Arsip untukMei, 2008

Pemimpin Melayu Pendek Pikiran

Pemimpin Melayu terlalu pendek fikiran. Yang Anwar terkejar cara menidakkan dosanya, Pak Lah pula merebut peluang mengaibkan musuhnya. Yang rugi umat Melayu Islam akhirnya.

Gara-gara kedua-dua ‘pemimpin Melayu’ ini bersekongkong memperagakan, memperbicarakan DVD Lingam yang mencelakakan, seorang Ketua Menteri Cina sudah bersuara supaya kes-kes lama hakim-hakim Melayu yang telah dimalukan dibuka semula.

Yang kes si Lim yang dipasang oleh Chin abad lepas Melayu nak peduli apa? Masalahnya, kes Lina Joy pun mungkin dibuka semula! Selepas Tun Fairuz berjasa menutupnya, kerja Pak Lah dan Anwar membukanya semula! Astaghfirullah!(more)… … continue reading this entry.

  Mencari Cinta Yang Hilang
Penulis : Abdulkarim Khiratullah
Tebal : vii+286
Ukuran : 20.5 x 13.5 cm
Harga : Rp. 32.500,00

Kemiskinan tidak akan menjadi halangan bagi siapapun untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan. Begitu pula yang terjadi pada Fauzi, seorang anak yatim yang berasal dari sebuah kota kecil di Sumatera Barat. Walau pun dengan keterbatasan ekonomi, ia akhirnya dapat mewujudkan keinginannya belajar ke tanah Arab dan harus rela meninggalkan satu-satunya orang yang paling ia cintai.

Suka dan duka ia alami selama tinggal di negeri Arab saat menuntut ilmu agama. Tapi, tanpa ia duga, datang tawaran dari Pak Zaidan untuk menjodohkan anaknya, Rahima dengan dirinya. Namun pertunangan itu menjadi awal dari konflik baru yang mengakibatkan rentetan kejadian, lantaran perjodohan mereka ditentang oleh niniak-mamak. Bagaimana Fauzi menghadapi masalah ini? Sanggupkah ia menghadapainya seorang diri? Apakah cinta mereka bisa bersatu?

Peristiwa dalam novel ini akan membuka fikiran kita, bahwa cinta adalah sumber kekuatan utama yang menggerakkan setiap aktifitas manusia. Dan Cinta yang teragung adalah cinta pada Sang Pengarunia Cinta, Allah SWT

BIROKRASI, OTONOMI DAN DEMOKRASI

Oleh Aminuddin Siregar

Konsep birokrari muncul untuk pertamakalinya, ketika suatu organisasi perlu dirasionalkan. Karena itu birokrasi bukanlah binatang jalang yang bisa kian kemari kemanapun saja suka. Ia bukanlah makhluk siluman yang bisa sembunyi disetiap situasi dan keadaan apa pun saja. Juga bukan raksasa yang suka menghentak-hentakkan kaki hingga membikin buni bergetar. Sekali lagi, birokrasi itu bukan monster yang tak bisa disentuh, atau burung pemangsa yang siap dengan patuk dan cakarnya memangsa dengan semena-mena.
Jadi, santai sajalah, dinginkan kepala, tenangkan hati, sembari berusahalah selugas mungkin menyikapi apa pun saja yang terjadi. Termasuk menyikapi yang namanya birokrasi itu. Sesekali berilah komentar, bila kebetulan anda berurusan melalui jalur birokrasi, amati saja, dan ikuti setiap prosedeur yang berlaku. Bila ada yang tidak berkenan dan kalau kepengen protes, lakukanlah dengan sikap santun, dan beri sedikit senyum.
Cara dan sikap seperti itu lebih baik ketimbang berperilaku uring-uringan. Apalagi mengomel berkepanjangan. Tak usah mencap apalagi memvonis bahwa birokrasi itu bikin onar. Jangan pula menuduh seenak perut atau mengidentikkannya sebagai sutradara serangkaian kejahatan. Jangan, jangan lakukan itu. Sebab prasangka buruk itu tidak baik … continue reading this entry.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!