Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
& Komentar »
{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }
Mr WordPress Berkata:
on Mei 17, 2008 at 2:57 am
Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.
M. Idris, S.Sos, M.Si Berkata:
on Juli 21, 2008 at 2:23 pm
Menyiarkan ilmu pengetahuan merupakan zakat dari mereka yang memiliki ilmu pengetahua. Ilmu pengetahuan adalah milik Allah yang dititipkan kepada orang-orang alim dan penuntut ilmu, maka hendaklah ia mengajarkannya, karena Allah telah menganugerahkan ilmu pengetahuan itu kepadanya. Pendapat ini saya kuti dari buku “Ensiklopedia Etika Islam” karangan Abdul ‘Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada, (halaman 255). Kesimpulannya orang tidak boleh pelit dengan ilmu yang dimilikinya.
M. Idris, S.Sos, M.Si Berkata:
on Juli 21, 2008 at 2:52 pm
Satu lagi pendapat Abdul ‘Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada, yang bagi saya tidak saja sangat berarti, tetapi juga mengandung etika terhadap buku. Menurutnya, apabila seseorang tidak punya ahli waris, atau ahli warisnya kurang berminat dengan buku bahkan tidak menghiraukannya, sebaiknya buku-buku tersebut diwakafkan setelah kematiannya melalui wasiat agar bisa dimanfaatkan oleh pelajar, orang yang sedang meneliti, dan orang lain yang mempunyai perhatian besar terhadap ilmu. Terkecuali, jika ahli warisnyadari kalangan terpelajar yang berminat besar terhadap buku dan sangat membutuhkannya, maka lebih baik diberikan kepada mereka. (hal.112)
Marta Suarni, S.Sos Berkata:
on Juli 21, 2008 at 3:52 pm
Tempo hari saya baca Koran Kompas di halaman Klasika, beritanya pendek saja tetapi telah membuat saya ingin menuliskan kembali betapa pentingnya membaca buku. “Bahwa buku tak hanya mampu meningkatkan kepekaan terhadap perubahan zaman, namun buku juga dapat menjadi teman yang “cerdas” bagi semua orang di setiap saat. Sebagai “guru”, buku tak kenal waktu dan mampu meningkatkan wawasan seseorang.
opungregar Berkata:
on Juli 27, 2008 at 6:35 am
Terima kasih atas kunjungan dan pesan yang ditinggalkan. Ini sangat berguna bagi komunitas haus buku. Kami menghimbau seringlah berkunjung dan beri komentar di blog Opungregar’sWeblog. Kami juga menyarankan untuk mengunjungi blog Klub Haus Buku di alamat : http://klubhausbuku.blogspot.com http://klubhausbuku.WordPress.com http://my.opera.com.regard, http://readingcomunity.wordpress.com
opungregar Berkata:
on Juli 27, 2008 at 6:55 am
Para penikmat buku percaya bahwa buta aksara bisa diantisipasi sejak awal, apabila semua pihak punya komitmen untuk ikut berpartisipasi dalam upaya pemberantasan buta hurup. Kegiatan ini memang bukan pekerjaan yang mudah dan gampangan, melainkan membutuhkan perhatian dan keseriusan, termasuk komitment bersama.
opungregar Berkata:
on Juli 27, 2008 at 7:04 am
Saya dikirimi e-mail oleh William Abank, lewat milis Pasar Buku. Pesannya saya posting kembali ke blog saya, sebagai berikut : “Tahun ajaran baru telah tiba.Semangat baru, buku baru bahkan gebetan baru pun menemani adan 1 buku berjudul “Pesan dari Murid untuk Guru” yang sanggup menemaniteman2 semua dalam menjalani kehidupan di sekolah serta mengubah sekolah yang biasa menjadi luar biasa ^^,
NB: Buku ini hanya boleh digunakan untuk kebaikan. Jangan sampai kebablasan dalam meng”skakmat” Guru…lebih lanjut hubungi alamat william_abank@yahoo.com